Asy'ari dan Maturidi: Aqeedah Umat

Teologi Islam tetap hidup selama berabad-abad melalui para ulama yang mengabdikan hidup mereka untuk memahami dan menjelaskan keyakinan-keyakinan dasar agama ini. Mazhab Aqeedah Asy'ari dan Maturidi telah menjadi kerangka teologis utama yang dianut oleh sebagian besar Umat Muslim. Kedua mazhab ini membentuk dasar teologis Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan telah memainkan peran penting dalam menjaga pemahaman yang benar tentang keyakinan Islam.

Bukti bahwa Aqeedah Asy'ari dan Maturidi adalah Aqeedah Mayoritas Umat

Melihat karya-karya utama dalam fikih Islam menunjukkan bahwa para ulama yang menulis dan mengajarkan teks-teks yang paling dipercaya sebagian besar berkeyakinan Asy'ari atau Maturidi. Hal ini terlihat jelas di ketiga mazhab Fikih Sunni besar, yaitu Hanafi, Maliki, dan Syafi'i.

Mazhab Hanafi

  • Noor-ul-Idaah oleh Imam Asy-Syurunbulali – Maturidi
  • Mukhtasar Al-Quduri oleh Imam Al-Quduri – Maturidi
  • Al-Hidayah oleh Imam Al-Marghinani – Maturidi
  • Hashiyat Ibn Abideen oleh Ibn Abideen – Maturidi

Teks-teks ini adalah inti dari fikih Hanafi dan masih digunakan oleh para ulama dan pelajar hingga saat ini.

Mazhab Maliki

  • Mukhtasar Khalil oleh Imam Khalil Ibn Ishaq – Asy'ari
  • Aqrab-ul-Masalik oleh Imam Ahmad Al-Dardir – Asy'ari
  • Sharh-ul-Sagheer oleh Imam Al-Sawi – Asy'ari
  • Tabiyin-ul-Masalik oleh Imam Al-Shinqiti – Asy'ari

Kepercayaan mazhab Maliki terhadap para ulama ini menunjukkan betapa umumnya teologi Asy'ari di kalangan para pakar Maliki.

Mazhab Syafi'i

  • Tuhfat-ul-Muhtaj oleh Imam Ibn Hajar Al-Haytami – Asy'ari
  • Nihayat-ul-Muhtaj oleh Imam Al-Ramli – Asy'ari
  • Mughni-ul-Muhtaj oleh Imam Al-Sharbini – Asy'ari
  • Al-Majmoo' oleh Imam Al-Nawawi – Asy'ari

Inilah beberapa ulama Syafi'i yang paling dihormati. Hal ini membuktikan bahwa keyakinan Asy'ari dan Maturidi merupakan hal yang lazim dalam tradisi keilmuan.

Masalah dalam Menolak Ulama Asy'ari dan Maturidi

Sebagian orang saat ini mengklaim bahwa mazhab Asy'ari dan Maturidi keliru. Mereka menganggap pandangan kedua mazhab ini sebagai kesalahan. Namun pandangan ini bertentangan dengan para ulama yang justru dijadikan rujukan oleh umat Muslim dalam memahami fikih Islam. Tidak masuk akal untuk menerima keputusan hukum fikih mereka sementara menolak keyakinan mereka.

Para ulama yang menulis teks-teks fikih yang paling dipercaya adalah pakar hukum Islam dan mengikuti mazhab Aqeedah Asy'ari atau Maturidi. Jika pemahaman Aqeedah mereka keliru, maka kita harus meragukan seluruh ilmu keislaman mereka yang lain juga. Namun para ulama di seluruh dunia tetap mempelajari dan menggunakan karya-karya mereka hingga kini. Ini menunjukkan bahwa teologi mereka sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Mazhab-Mazhab Besar dan Akar Teologisnya

Banyak lembaga pendidikan Islam terkemuka di dunia mengikuti tradisi Asy'ari dan Maturidi. Sebagai contoh:

  • Universitas Al-Azhar (Mesir) – Shalat satu pusat pembelajaran Islam tertua dan paling dihormati. Lembaga ini terutama mengajarkan Aqeedah Asy'ari.
  • Darul Ulum Deoband (India/Pakistan) – Sebuah lembaga besar yang mengikuti fikih Hanafi dan teologi Maturidi.

Lembaga-lembaga ini telah melahirkan banyak ulama yang melanjutkan warisan pembelajaran Islam tradisional. Hal ini memperkuat peran teologi Asy'ari dan Maturidi dalam menjaga keyakinan Islam.

Kesimpulan

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah telah menjaga teologi Islam. Sebagian besar dari mereka mengikuti mazhab Aqeedah Asy'ari atau Maturidi. Karya-karya mereka membentuk dasar hukum Islam, teologi, dan tradisi keilmuan. Tidak logis untuk mengklaim bahwa para ulama ini keliru memahami aspek-aspek dasar Aqeedah, sementara mereka benar dalam menjelaskan hukum Islam. Pandangan seperti ini mengabaikan berabad-abad kerja keilmuan yang cermat.

Menerima tradisi teologis ini bukan sekadar pilihan pribadi. Ini berarti mengakui konsensus keilmuan yang telah menjaga keyakinan Umat. Sebagai Muslim, kita hendaknya mendekati ilmu agama dengan kerendahan hati. Kita hendaknya menghormati para pakar yang telah mengabdikan hidup mereka untuk menjaga pemahaman yang benar tentang Islam. Mazhab Asy'ari dan Maturidi bukan sekadar pendapat. Keduanya adalah standar yang telah diandalkan oleh mayoritas Umat selama berabad-abad. Keduanya memastikan bahwa pesan sejati Islam tetap terjaga utuh.