Selama masalah hotspot Covid-19 Nizamuddin 2020, dengan surat perintah resmi, polisi menggerebek sebuah rumah milik Maulana Saad.
Maulana Saad terungkap memiliki sebuah rumah pertanian (farmhouse) besar di Distrik Shamli, Delhi. Rumah tersebut memiliki luas setara 15 lapangan sepak bola (15 acre, 24 bigha).
Menurut media, rumah pertanian tersebut dilengkapi dengan interior mewah, CCTV, pagar listrik, anjing, kolam renang, mobil-mobil mewah, hewan-hewan eksotis, dan burung-burung eksotis [sumber1, sumber2, sumber3, sumber4]. Media juga menunjukkan bahwa tagihan listrik dibayar atas nama putranya, Maulana Yusuf bin Saad [sumber]

Bukti Rumah Maulana Saad Sahab
Sebagian orang membantah bahwa rumah tersebut milik Maulana Saad. Namun, klaim ini dibantah oleh bukti-bukti kuat bahwa Maulana Saad memang memiliki rumah tersebut. Berikut adalah bukti-buktinya
- Terlihat jelas bahwa polisi menerima surat perintah dari pengadilan. Pengadilan memiliki akses penuh terhadap dokumen kepemilikan tanah.
- Maulana Badrul Hassan, saat membela Maulana Saad dari serangan media, menegaskan bahwa ia memiliki rumah mewah itu dan pergi ke sana setiap bulan untuk beristirahat dengan tenang [Sumber]
- Maulana Yasin, yang merupakan rekan terdekat (Khadim) Maulana Saad selama 17 tahun, memiliki kesaksian audio terekam yang menyatakan bahwa ini memang rumahnya [Sumber (Audio)]
- Tagihan listrik dibayar oleh Maulana Yusuf Bin Saad (putranya) [sumber]
- Maulana Saad cukup aktif secara hukum pada tahun itu karena ia berusaha membuka kembali Markaz yang ditutup. Mengapa ia tidak mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap media? Langkah seperti itu akan sangat menguntungkan baginya dan segera membangun narasi bahwa ia sedang ditargetkan oleh Pemerintah India.
Gambar-Gambar





















