Berikut adalah terjemahan fatwa Sikap Para Ulama Karnataka Al-Jamia Al-Islamia Masihul Ulum mengenai Maulana Saad.
Dukungan terhadap Fatwa Darul Ulum Deoband Mengenai Maulana Saad Kandhlawi
Dari Jamia Islamia Masihul Ulum, Bangalore
26 Rabi ul Awwal 1438 (29 Desember 2016)
Saat ini di hadapan kita ada fatwa "pengungkap kebenaran" yang dikeluarkan oleh universitas Islam yang agung dan otentik di dunia, Darul Ulum Deoband, yang mengungkap penyimpangan Maulana Saad Kandhlawi dari kalangan ahli kebenaran serta ideologi-ideologinya yang salah dan menyesatkan, dan menunjukkan jalan yang benar kepada para pencari kebenaran. Kenyataannya adalah bahwa selama ini telah berlangsung rangkaian penafsiran sewenang-wenang terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, penjelasan yang keliru terhadap Hadis-Hadis Nabi, peremehan terhadap bidang-bidang keagamaan selain tabligh, pengingkaran terhadap jasa keagamaan dan keilmuan serta amalan Islam dari madrasah-madrasah, para ulama besar, pusat-pusat spiritual, dan desa-desa teladan, serta pandangan-pandangan menyesatkan dan penyimpangan dari kalangan ahli kebenaran dalam berbagai perkara oleh Maulana Saad Kandhlawi. Pandangan-pandangan dan gagasan-gagasan yang salah ini beredar di kalangan masyarakat, yang di satu sisi memasukkan unsur-unsur kesesatan ke dalam keyakinan dan pandangan orang-orang yang tidak memahami ajaran Islam, yang bukan hanya menerimanya sebagai kebenaran tetapi juga mulai menyampaikan dan menceritakannya kepada orang lain. Di sisi lain, sebagian besar orang yang berakal dan mencintai kebenaran yang berkaitan dengan Jamaah Tabligh secara nyata terjebak dalam dilema tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi ini. Sebab, meskipun mengetahui pandangan-pandangan ini salah, mereka tidak dapat menerimanya dengan cara apa pun; namun karena kedudukan Maulana Saad yang tinggi dan terhormat dalam Jamaah Tabligh serta posisinya yang istimewa sebagai anggota keluarga besar, tidaklah mudah bagi mereka untuk membantahnya juga.
Ketiga, bagi para ulama yang saleh, muncul ujian yang berat karena mereka tahu bahwa membantah pandangan-pandangan salah dan penyimpangan-penyimpangan ini merupakan tanggung jawab penting yang dipikul oleh para ulama umat, sebagaimana disebutkan dalam Hadis: "Ilmu ini akan dibawa oleh orang-orang yang lurus dari setiap generasi. Mereka akan menghilangkan darinya penyimpangan orang-orang yang berlebihan, klaim palsu para pendusta, dan penafsiran orang-orang yang bodoh." Namun demikian, mereka juga khawatir bahwa bantahan mereka dapat berdampak negatif terhadap pekerjaan asli "Jamaah Tabligh" yang didirikan oleh para Elders, yang mana para ulama ini bukan hanya menyetujuinya tetapi juga terus-menerus mendukung dan memperkuatnya. Inti dari misi dan pekerjaan mereka adalah upaya menghubungkan masyarakat umum dengan keyakinan agama dan amalan Islam sesuai dengan jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mereka khawatir bantahan mereka dapat memberikan senjata atau cara bagi pihak lawan untuk mengalihkan orang-orang dari pekerjaan asli tersebut.
Dalam situasi yang disebutkan di atas, ada kebutuhan yang sangat mendesak bagi para ulama senior dan lembaga-lembaga otentik kita untuk mengambil inisiatif dalam masalah ini dan memberikan bimbingan kepada semua pihak dengan tetap memperhatikan semua aspek ini. Dalam keadaan seperti itu, semua mata tertuju kepada "Darul Ulum Deoband". Alhamdulillah, Darul Ulum Deoband menunaikan tugas kebenarannya dengan mengenali penyimpangan dan pandangan-pandangan menyesatkan ini secara tepat waktu dan mengeluarkan fatwa "pengungkap kebenaran" terhadapnya. Mereka menyebutkan sebagian pandangan salah Maulana Saad dan secara jelas dan eksplisit menyatakannya salah dan menyesatkan, sehingga tugas menegakkan kebenaran dan membantah kebatilan dapat terpenuhi, masyarakat dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, dan mazhab pemikiran ahli kebenaran dapat terwakili.
Kami, masyarakat Jamia Islamia Masihul Ulum, Bangalore, menyambut fatwa ini dan menganggap sudah menjadi kewajiban dan hak kami untuk mendukungnya sepenuhnya. Kami berharap dengan adanya fatwa pengungkap kebenaran ini, semua pihak yang selama ini terlibat dalam ideologi semacam itu karena kurangnya kesadaran, akan berpaling kepada jalan kebenaran di bawah rasa tanggung jawab di hadapan Allah dan mengikuti jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Secara khusus, kami berharap dari mereka yang berkaitan dengan Jamaah Tabligh agar tetap terikat pada para ulama saleh dalam agama sembari mengikuti pendekatan dan metode para pendiri Jamaah dan para Elders-nya – Hazrat Maulana Muhammad Ilyas Kandhlawi, Hazrat Maulana Yusuf Kandhlawi, Hazrat Maulana Sheikh ul Hadis Zakariya Kandhlawi, dan Hazrat Maulana In'amul Hasan Kandhlawi (semoga Allah merahmati mereka semua) – dan akan melanjutkan pekerjaan mereka dengan tetap memperhatikan tujuan dan maksud asli Jamaah tersebut.
Kami berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar mengaruniai setiap orang kemampuan untuk hidup dan mati di atas kebenaran, agar senantiasa menjaga kami teguh di jalan para salaf saleh, dan agar melindungi kita semua dari setiap jenis fitnah.
Catatan: Perlu dijelaskan di sini bahwa beberapa hari yang lalu, sebuah artikel beredar melalui WhatsApp yang mengatasnamakan para ulama Karnataka sebagai pendukung dan pembenar fatwa Darul Ulum Deoband. Kami tidak memiliki hubungan apa pun dengan artikel tersebut, dan meskipun perihal dukungan tersebut memang merupakan suara hati kami sebagaimana telah kami tuliskan di atas, perlu diketahui bahwa menisbatkan sesuatu kepada seseorang hanya diperbolehkan apabila mereka benar-benar telah mengatakannya, jika tidak maka itu adalah kejahatan yang serius. Oleh karena itu, siapa pun yang telah melakukan hal ini hendaknya mengetahui bahwa itu adalah kejahatan yang akan dipertanggungjawabkannya di Hari Kiamat.
Tanda tangan para pengajar dan mufti Jamia:
[Beberapa nama tercantum]


Sumber: https://raddefst.blogspot.com/2018/10/Maseeh-ul-uloom-banglore-ka-moqif.html

