Bismillah
Dalam pengabdian yang mulia kepada para anggota Syura dan Elders lainnya dari Markaz Dakwah dan Tabligh Masjid Kakrail, Dhaka
Dari delegasi Ulama Dhaka yang terhormat, atas perintah Sheikh-ul-Islam Hazrat Maulana Ahmad Shafi Sahib (semoga keberkahannya terus berlanjut), Khalifa Majaz dari Hazrat Maulana Hussain Ahmad Madani, Mohtamim Madrasah Moin-ul-Islam, Bashehzari, Chittagong
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Tanggal: 25.10.16
Setelah salam pembuka yang biasa, Anda sekalian yang terhormat harus mengetahui situasi terkini di Markaz Nizamuddin Delhi. Anda juga harus mengetahui kekacauan dan ketidaktertiban yang terjadi di sana saat ini. Anda juga harus mengetahui bahwa para Elders yang bersangkutan dari India dan Pakistan telah mengambil berbagai langkah untuk memperbaiki situasi tersebut, menulis surat, dan mengadakan pertemuan. Bahkan Mohtamim Darul Ulum Deoband, Hazrat Maulana Mufti Abul Qasim Nomani, dan Presiden Jamiat, Hazrat Maulana Arshad Madani (semoga keberkahan mereka terus berlanjut) juga mengambil langkah-langkah menuju rekonsiliasi dalam masalah ini. Hazrat Madani bahkan memutus I'tikaf yang biasa dijalankannya dan pergi ke Markaz Nizamuddin untuk rekonsiliasi, namun sayangnya kembali dengan kecewa. Di sisi lain, pemimpin para ulama Pakistan, Hazrat Maulana Salimullah Khan Sahib, memberikan peringatan melalui sepucuk surat, dan penerus Hazrat Ali Miyan, Maulana Salman Husaini Nadvi, juga mengadakan diskusi panjang; namun sejauh ini belum ada upaya yang dilakukan untuk memanfaatkan arahan-arahan dari para Elders dan ulama pada masa itu.
Alasan-alasan utama perpecahan ini, sebagaimana tampak jelas dari peninjauan situasi dan dari tulisan-tulisan para Elders Nizamuddin, ada tiga hal:
- Ketidaksediaan Maulana Saad Sahib yang terhormat (semoga keberkahannya terus berlanjut) untuk menerima Syura 13 anggota yang telah diputuskan dalam pertemuan global di Raiwind Markaz pada November 2015, di hadapan para Elders terhormat dari seluruh dunia dan Maulana Saad Sahib sendiri.
- Saat ini, inti dari pekerjaan ini terdapat dalam tulisan-tulisan permanen dari tiga Elders terdahulu (Hazrat Maulana Ilyas, Hazrat Maulana Yusuf, dan Hazrat Maulana Inamul Hasan) dari pagi hingga petang, serta dalam tulisan bersama dari kedelapan individu terhormat termasuk Hazrat Maulana Ahmad Laat (semoga keberkahannya terus berlanjut).
- Adanya berbagai pernyataan yang keberatan dari sudut pandang syariah dalam ceramah-ceramah Maulana Saad Sahib yang terhormat, yang telah kami dengar langsung dalam pertemuan Tongi selama beberapa tahun. Selain itu, kami juga telah mengetahui dari sumber-sumber terpercaya mengenai beberapa masalah serius lainnya yang berasal darinya, yang rinciannya tidak perlu disebutkan pada saat ini.
Di antara ketiga alasan ini, yang pertama adalah yang paling penting, karena jika Maulana Saad Sahib yang terhormat menerima Syura tersebut di atas dan menempatkan dirinya di bawah Syura tersebut, maka insya Allah pekerjaan yang penuh berkah ini dan dirinya sendiri akan tetap terlindungi dari dominasi pribadi serta pendapat dan pernyataan yang menyimpang. Tidak ada cara lain untuk menjaga kelangsungan dan keutuhan pekerjaan ini. Oleh karena itu, mengingat situasi di atas, permohonan penuh kasih dari para ulama terhormat kepada para individu terhormat di Markaz Kakrail adalah sebagai berikut:
- Markaz Kakrail hendaknya melakukan segala upaya yang mungkin agar Maulana Saad Sahib yang terhormat bersedia menerima Syura tersebut di atas yang telah diputuskan di Raiwind.
- Hingga Maulana Saad Sahib yang terhormat menerima Syura tersebut di atas yang telah diputuskan di Raiwind dan memperoleh kepercayaan para Elders Nizamuddin serta anggota lama dari berbagai provinsi dan negara, Markaz Kakrail, sebagaimana para Elders Nizamuddin, hendaknya tidak meminta bimbingan darinya dan tidak menjalin hubungan dengannya. Mereka juga hendaknya menahan diri dengan sangat berhati-hati untuk tidak mengundangnya ke pertemuan para anggota lama dan pertemuan global dan sebagainya yang diadakan di Tongi.
Kami berharap bahwa para individu terhormat di Markaz Kakrail, dengan menyadari kepekaan situasi ini secara tepat, akan benar-benar melaksanakan permohonan-permohonan yang bersangkutan dari para ulama ini dan akan membuktikan kesatuan mereka dengan para anggota lama Markaz Nizamuddin serta para sahabat Hazrat Ji (semoga Allah merahmati mereka), dan Ulama Bangladesh tidak akan terpaksa mengambil tindakan apa pun demi agama dan keimanan.
Perlu dijelaskan, sebagaimana disebutkan, bahwa delegasi ulama Dhaka menyampaikan tulisan ini atas perintah Pelayan Para Ulama dan Syekh, Hazrat Maulana Ahmad Shafi Sahib (semoga keberkahannya terus berlanjut).
Sekian, wassalamu'alaikum.
Sebagai langkah kehati-hatian, kutipan dari beberapa tulisan para Elders dari India dan Pakistan disertakan bersama surat ini, dengan harapan agar tulisan-tulisan tersebut dipertimbangkan dengan saksama.
[Bagian selanjutnya dari dokumen ini berisi daftar tanda tangan dari berbagai ulama dan pemimpin agama dari berbagai madrasah dan lembaga di Bangladesh.]

