Fatwa Majlisul Ulama 2024 tentang Maulana Saad

Berikut ini adalah Fatwa yang Dikeluarkan oleh Majlisul Ulama Afrika Selatan pada tanggal 4 September 2024 mengenai sebuah pernyataan Maulana Saad yang mengklaim bahwa Iman kita lebih baik daripada para Ambiya, Sahabat, dan Malaikat.

Kami mengakui bahwa Majlisul Ulama dikenal 'Keras' dalam tulisan-tulisannya. Sebagian besar publikasi Majlisul Ulama dibuat oleh satu individu saja, yaitu Maulana Ahmad Sadeq Desai, dan bukan oleh sekelompok Ulama sebagaimana kesannya. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai cara penulisannya, Mufti Ebrahim Desai telah menunjukkan dukungannya terhadap Majlisul Ulama.

Pertanyaan

Molvi Sa'd dari kelompok Jamaah Tabligh Nizaamuddeen mengatakan dalam bayaannya bahwa "Iman kita lebih besar/lebih unggul daripada Iman para Ambiya, Sahabat, dan Malaikat digabungkan semuanya." Bagi kebanyakan umat Muslim, klaim ini mengejutkan. Adakah kebenaran dalam klaim Molvi Sa'd? Silakan dengarkan klip audio untuk memahami pernyataannya sesuai konteksnya.

Jawaban

Banyak orang telah menulis kepada kami mengenai berbagai pernyataan Molvi Sa'd yang tampak menyimpang, batil, bahkan kufur. Kami tidak berniat untuk terlibat dalam perselisihan yang menjijikkan antara kedua faksi Tablighi. Namun, sekarang setelah kami sendiri mendengar pernyataannya sebagaimana disebutkan dalam pertanyaan tersebut, muncul kewajiban mendesak bagi kami untuk memberikan komentar demi menyelamatkan umat Muslim yang awam dari penyimpangan dari Jalan Lurus Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Persoalan ini berkaitan dengan Aqidah.

Klaim yang dibuat oleh Molvi Sa'd setara dengan kekufuran. Upayanya untuk membenarkan pandangan kejinya dengan mengklaim bahwa hal itu berdasarkan hadis sahih adalah jelas dan sangat konyol, batil, palsu, dan menjijikkan. Ia telah gagal total memahami Hadis yang dengan sia-sia ia coba jadikan dasar bagi pandangan kufurnya.

Akal dan pengetahuan tidaklah diperlukan untuk memahami persoalan yang sangat sederhana ini, yaitu bahwa Iman seluruh umat manusia sejak diutusnya Rasulullah (Sallallahu alayhi wasallam) hingga Hari Kiamat tidak akan pernah bisa melebihi Iman Sahabat dengan kedudukan terendah sekalipun, apalagi para Ambiya (Alayhimus salaam).

Orang ini, Sa'd dalam kasus ini, yang menyebarkan sampah kekufuran ini adalah seorang mudhil (orang yang menyesatkan atas nama Agama).

Apa yang ia klaim dalam hal ini sama sekali tidak berdasar. Ini adalah contoh penyimpangan yang mengerikan yang mengancam Iman para pengikutnya. Ia telah terjatuh ke dalam jerat Iblis. Hanya Iblis yang mampu mengilhami seseorang untuk mempromosikan sampah kekufuran semacam ini. Kepentingan apa yang dilihat oleh Sa'd dalam merendahkan Iman Rasulullah (Sallallahu alayhi wasallam), para Ambiya, dan Sahabat, demi mempromosikan konsep dan metodologi pribadinya dalam Dakwah? Sebuah metodologi yang bergantung pada penerimaannya melalui perendahan para Ambiya dan Sahabat adalah sebuah Jerat Iblis.

Setelah mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, kami sekarang meyakini perlunya untuk memeriksa, membedah, dan mengomentari berbagai tuduhan yang dilontarkan terhadap Molvi Sa'd.

Semoga Allah Ta'ala menyelamatkan Ummat ini dari jerat dan taring para mudhilleen.

IS THE IMAAN OF US FUSSAAQ SUPERIOR_04092024_240904_133400Unduh