Maulana Syed Muhammad Shahid Al Hussaini Saharanpuri adalah seorang ulama yang dihormati, menantu Maulana Inamul Hasan Kandhlawi (cucu dari Syaikhul Hadis yang terkenal, Maulana Muhammad Zakariya Kandhlawi), dan Sekretaris Jenderal lembaga pendidikan Islam yang terkenal di dunia, Jamia Mazahir Ulum Saharanpur, India. Beliau juga penulis banyak buku.
Maulana Syed Shahid Al Hussaini memiliki kemampuan dan kualitas yang luar biasa. Beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk pelayanan Al-Qur'an serta pengembangan dan penyebaran Mazahir Ulum. Beliau adalah anggota Muslim Personal Law Board, anggota Jamiat Ulama-e-Hind, dan pendiri Madrasah Tahfizul Qur'an Saharanpur. Beliau juga merupakan penggerak utama di balik banyak lembaga dan organisasi.
Lahir pada tahun 1951 di Saharanpur, beliau memulai pendidikannya pada tahun 1956 di khanqah Abdul Qadir Raipuri. Pada tahun 1960, beliau menyelesaikan hafalan Al-Qur'an di bawah bimbingan Maulana Muhammad Yusuf dan Maulana Inamul Hasan. Pada tahun 1966, beliau mendaftar di Jamia Mazahir Ulum Saharanpur untuk melanjutkan studi dan lulus dari program Hadis pada tahun 1970. Beliau mempelajari Bukhari dan Muslim dari Maulana Muhammad Yunus Jaunpuri.
Sejak tahun 1972, beliau mulai mengajar di Mazahir Ulum, sebuah hubungan yang berlanjut hingga wafatnya, selama lebih dari setengah abad. Beliau menghabiskan siang dan malamnya untuk pelayanan ilmu Islam, khususnya berfokus pada Al-Qur'an dan Hadis. Dalam sejarah Mazahir Ulum, jarang ditemukan sosok yang begitu pekerja keras, berdedikasi, dan berwawasan luas.
Beliau senantiasa sibuk menulis dan menyusun karya, menghasilkan banyak buku yang komprehensif dan diteliti secara mendalam tentang berbagai topik. Puluhan buku menjadi warisan sastranya, termasuk otobiografinya, surat-surat dari para Elders, biografi Maulana Muhammad Inamul Hasan Kandhlawi, sejarah para Syaikh Chishti, para ulama Mazahir Ulum Saharanpur beserta jasa keilmuan dan sastra mereka, surat-surat tentang tasawuf, dan surat-surat sang Syaikh.
Maulana Syed Shahid Al Hussaini telah sakit parah selama beberapa waktu dan berada dalam perawatan beberapa dokter. Bahkan saat sakit, setiap kali beliau merasa sedikit lebih baik, beliau akan kembali belajar, menulis, atau menyusun karya.
Akhirnya, pada hari Jumat, 6 Oktober, tepat sebelum shalat Maghrib, beliau menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Saharanpur. Begitu kabar ini tersebar, suasana di kalangan ulama menjadi muram, dan para ulama serta masyarakat umum berkumpul di kediamannya.
Beliau meninggalkan dua putra, Mufti Syed Muhammad Salih dan Maulana Yasir Al Hussaini, serta tiga putri. Shalat jenazahnya dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Oktober, setelah shalat Subuh di Mazahir Ulum Saharanpur, dihadiri oleh sejumlah besar orang.
Tokoh-tokoh ulama terkemuka menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini, menggambarkan wafatnya Maulana Syed Shahid Al Hussaini sebagai berakhirnya sebuah era bagi Mazahir Ulum Saharanpur dan sebuah kehilangan bagi seluruh umat Muslim. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau. Amin.
