Jamaah Tabligh, yang didirikan oleh Maulana Muhammad Ilyas (RAH), telah berada di bawah bimbingan para ulama Deobandi sejak awal. Jasa besar yang telah diberikan Jamaah ini dalam menyebarkan agama dan mendekatkan orang awam kepada iman sudah jelas bagi semua orang yang memahami. Karena kecintaan kami terhadap kerja Jamaah ini dan kesadaran akan manfaatnya, ketika ada pernyataan yang bertentangan dengan Syariah muncul dari Jamaah atau para anggotanya, kami menunjukkan koreksi sambil tetap membela Jamaah secara umum.
Shalat satu orang dalam rangkaian ini adalah Maulana Muhammad Saad Sahib Kandhlawi. Beberapa pandangannya yang tidak lazim, penolakan keilmuan, dan pernyataan yang meragukan tidak memiliki ketegasan agama yang selama ini menjadi ciri khas para ulama kami. Ia mengemukakan pandangan yang bertentangan dengan mayoritas ulama Ummat. Pandangan-pandangan ini menyimpang dari jalan moderasi dan menimbulkan bahaya yang serius. Karena orang-orang mengaitkan Jamaah ini dengan para ulama Deobandi, pandangan-pandangannya bisa saja secara keliru dikaitkan dengan mereka. Kami telah berulang kali menasihatinya agar memperbaiki sikapnya, baik secara lisan maupun tertulis, namun ia tidak berhenti.
"Penyakit itu semakin parah meski sudah diberi obat." Kini situasinya telah menjadi kritis. Kami menganggap perlu untuk melindungi kerja yang penuh berkah dari Jamaah ini. Setelah meninjau fakta-fakta yang ada, para ulama terhormat dari Darul Ulum Deoband telah menerbitkan pernyataan tegas yang membantah pandangan-pandangan Maulana Muhammad Saad Sahib. Kami, yang bertanda tangan di bawah ini, menyetujui setiap kata dalam pernyataan ini.
Tanggal: Rabi al-Awwal
Penandatangan:
- Abbas Dawood (Abbas Dawood Bismillah, semoga ia diampuni)
- Hamba Allah Ahmad, semoga Allah mengampuninya, Khanpuri
Mufti Utama, Darul Ifta, Jamia Islamia Dabhel, Pembina Darul Ulum dan Syekh-ul-Hadis, Jamia Islamia Dabhel - Ahmad, semoga Allah mengampuninya, Samlaki, Kepala Pengawas, Jamia Islami Ta'limuddin Dabhel
[Catatan: Beberapa nama dan gelar tidak jelas dalam teks aslinya dan telah ditransliterasikan sebaik mungkin]

Referensi: https://raddefst.blogspot.com/2018/10/talimuddin-dabhel-ka-moqif.html

